PENYANDANG CACAT

PERATURAN STANDAR TENTANG PERSAMAAN KESEMPATAN BAGI PARA PENYANDANG CACAT
RESOLUSI PBB NO. 48/96 TAHUN 1993:
Konsep-Konsep Fundamental Dalam Kebijakan
Mengenai Kecacatan (1)

PERSAMAAN kesempatan bagi penyandang cacat dipandang sebagai sebuah keniscayaan di tengah-tengah masyarakat dunia. Ditilik dari tata dunia baru dalam hal persepsi dan perlakukan terhadap penyandang cacat, obsesi dunia yang diintroduksi PBB ini adalah proses yang sejatinya membuahkan adaptasi yang cerdas yang menyebabkan berbagai sistem yang terdapat di tengah masyarakat dan lingkungan —-seperti sistem pelayanan, kegiatan sosial, informasi dan dokumentasi—- dapat dinikmati oleh semua orang, khususnya para penyandang cacat.
Prinsip persamaan hak mengandung arti bahwa kebutuhan-kebutuhan setiap individuitu sama pentingnya, dan kebutuhan-kebutuhan tersebut harus dijadikan sebagai dasar perencanaan masyarakat di mana pun jua dan kapan pun jua. Semua sistem sumber harus dimanfaatkan sedemikian rupa, sehingga menjamin agar setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Itulah esensi peraturan standar tentang persamaan kesempatan bagi para penyandang cacat yang dihasilkan oleh resolusi PBB Nomor 48/96 tahun 1993.
Selain itu peraturan standar ini juga pertama-tama mengintroduksi konsep-konsep fundamental dalam kebijakan mengenai kecacatan. Lima konsep dasar yang diintroduksi terdiri dari disability, handicap, pencegahan, rehabilitasi, dan persamaan kesempatan. Diyakini bahwa persepsi masyarakat terhadap masalah kecacatan dan penyandang cacat akan tergantung kepada kejelasan pemahaman terhadap konsep-konsep ini.
Konsep pertama, disability. Dinyatakan sebagai kondisi keterbatasan kemampuan yang diakibatkan kekurangan-sempurnaan fisik, intelektual atau pengindraan, ataupun sebagai akibat dari kondisi-kondisi medis atau penyakit mental tertentu pada orang perorang. Handicap, konsep kedua, dinyatakan sebagai kondisi kehilangan atau keterbatasan kesempatan untuk mengambil bagian dalam kehidupan di tengah-tengah masyakarakat sebagaimana lazimnya manusia normal (pada tingkat yang sama dengan orang lain). Konsep ketiga, pencegahan. Pencegahan dimaknai sebagai tindakan yang ditujukan untuk menghindari kemungkinan terjadi, atau mencegah terjadinya kecacatan (impairment), baik fisik, intelektual, psikiatrik atau indra. Jika lebih dirinci lagi, pencegahan dapat dibagi dua bagian tindakan. Pertama pencegahan primer, atau mencegah agar kecacatan tidak mengakibatkan keterbatasan kemampuan yang permanen. Pencegahan yang lain ditujukan untuk menghindari kondisi disability (pencegahan sekunder). Pencegahan tidak selalu menghasilkan secara maksimal apa yang dibutuhkan. Untuk itu konsep rehabilitasi menjadi amat penting. Rehabilitasi diartikan sebagai suatu proses yang ditujukan untuk memungkinkan para penyandang cacat mencapai dan mempertahankan tingkat tertentu dari kemampuan-kemampuan fisik, pengindraan, intelektual, psikiatrik dan/atau kemampuan sosialnya secara optimal. Melalui rangkaian tindakan rehabilitasi mereka diandaikan (diharapkan) dapat memiliki cara untuk mengubah kehidupannya ke tingkat kemandirian yang lebih tinggi.
Bagaimana dengan Indonesia? Apakah ada harapan Presiden 2009-2014 akan membuat semuanya lebih baik bagi penyandang cacat?

sumber: nbasis
url: http://nbasis.wordpress.com/2009/06/11/peraturan-standar-tentang-persamaan-kesempatan-bagi-para-penyandang-cacat/

Iklan

last_live

SEKOLAH YANG MENYENANGKAN

Hal paling menyenangkan adalah memiliki banyak teman, kalimat tersebut baru aku temukan setelah beberapa tahun aku merasakan sekolah dan bertemu dengan banyak orang, walaupun di lingkungan tempat tinggalku juga banyak yang bisa kujadikan teman, tetapi menurutku memiliki teman di sekolah adalah lebih menyenangkan. Sampai-sampai aku sering sekali merengek minta masuk sekolah, padahal umurku saat itu baru 3 tahun, apalagi ayahku bekerja sebagai seorang guru, jadi setiap mau berangkat kesekolah untuk mengajar maka ayahku main sembunyi-an dulu denganku, karena aku akan menangis kalau tidak diajak. Lanjutkan membaca

GURU…PROFESI BATU….!

GURU = PROFESI BATU

~kita bs pintar mnulis & mbaca krn siapa ?

~kita bs pandai braneka ragam ilmu krn siapa ?

~guru bak plita pnerang dlm gulita,

~jasamu tiada tara~
Guru… sebuah profesi batu loncatan, profesi dengan saham terbuka (maksudnya dari bidang ilmu apa aja bisa masuk), sekaligus profesi yang dianggap mudah. Kenapa bisa begitu ??? lihat aja nih sketsa yang akan saya tampilkan berikut : Lanjutkan membaca

BISMILLAH…..

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Ya Allah Yang Maha Perkasa…, Sang Pemilik Kehidupan…, Yang menguasai setiap helaan nafas.., Yang tidak bisa dibohongi oleh lirikan mata yang khianat.., Yang mengetahui setiap lintasan halus siratan hati…

Ya Allah…, genaplah segala keterbatasan dan kelemahanku.., ampunilah aku atas kelalaianku.., sesungguhnya aku tahu… telah berputus asa setan-setan untuk dapat disembah…, namun ia akan mendapatkan ketaatan dalam amal-amalku yang terlalaikan.., Allah ya Robbi.. ampunilah kelalaianku. Ya Ghofur… Lanjutkan membaca

cermin

GELAP GULITA YANG BERTINDIH-TINDIH

Ketika kita berada di ruangan yang gelap gulita, apa yang bisa kita lakukan? Tentu saja kita akan meraba-raba untuk menemukan jalan sambil mengerahkan daya insting kita. Anda tak tahu jalan untuk keluar, nafas kita sesak dan kegelisahan mulai menyelimuti kita. Tak ada sebersit cahayapun yang menyinari tempat kita berada.

Sekarang bayangkan bila hidup kita tak disinari oleh cahaya ilahi. Tentu saja kita pun akan berputar-putar tanpa arah di dalam kegelapan.

Atau dalam bahasa Al-Qur’an: “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia, mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS 24: 40)

Di saat keadaan gelap gulita, jiwa gelisah dan kita tak tahu apa yang harus kita kerjakan, beban kerjapun semakin menumpuk, himpitan ekonomi menghadang langkah kita, tubuh kita bergetar dan semuanya menjadi serba tak berarturan dan serba salah, jika hal ini menimpa kita maka carilah cahaya ilahi agar kita dapat keluar dari kegelapan itu.

Bagaimana caranya mencari cahaya ilahi yang akan menerangi hati kita???

“dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah!” (QS 74:4-5)

Mari kita bersihkan pakaian kita.tengoklah diri kita di cermin, berapa banyak pakaian kesombongan, pakaian riya’, pakaian dengki, pakaian takabur yang kita kenakan. Pakaian itu kita percantik dengan segala macam asesoris seperti lalai mengingat Allah, enggan bersedekah, merasa berat untuk pergi haji, dan lain sebagainya. Maka bersihkanlah segala macam pakaian lengkap dengan asesorisnya tersebut. Setelah itu usahakanlah untuk tak mengenakan pakaian itu selamanya.

Sekarang tengoklah hati kita, rasakan cahaya ilahi mulai masuk ke dalam relung hati. “Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki…”(QS 24: 35)

Mari kita kumpulkan cahaya ilahi itu mulai sekarang, dari hari ke hari hingga di hari kiamat nanti kita berdo’a, sebagaimana tertulis dalam QS 66:28 : “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

 

Berbahagialah mereka yang mendapat cahaya ilahi….

 

Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

Pengen mati jadi……..S

PENGEN MATI JADI SEMANGAT

Hanya memforward email temen, tapi lumayan buat yang udah lama gak muhasabah, ada cerita menarik tentang indahnya Dzikrul maut dan bagaimana menghargai hidup dengan KEMATIAN.


Saya Ingin Mati Saja Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan  hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun  yg saya lakukan sll berantakan. Saya ingin mati.”
Sang Guru tersenyum,  “Oh, kamu sakit.”
“Tdk Guru, saya tdk sakit. Saya sehat. Hanya jenuh  dengan kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin mati.” Lanjutkan membaca

RENDAHNYA MINAT BACA

RENDAHNYA MINAT BACA MANUSIA INDONESIA

PENDAHULUAN

Membaca adalah jendela dunia, karena dengan membaca maka manusia dapat mengetahui banyak hal yang tidak diketahuinya. Kemampuan dan kemauan membaca akan mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan (skill) seseorang. Semakin banyak membaca dapat dipastikan seseorang akan semakin banyak tahu dan banyak bisa, artinya banyaknya pengetahuan seseorang akan membantu dirinya dalam melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak dikuasainya, sehingga seseorang yang banyak membaca memiliki kualitas yang lebih dari orang yang sedikit membaca. Lanjutkan membaca